Disnaker Kabupaten Kediri Gelar Seleksi Magang ke Jepang 2026, 299 Calon Peserta Siap Bersaing

Inside News | Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kembali menyelenggarakan seleksi peserta pemagangan ke Jepang tahun 2026. Kegiatan ini merupakan tahun kedua pelaksanaannya, berkat kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Tenaga Kerja RI. Pembukaan seleksi digelar di Gedung Bagawanta Bhari, Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Senin (24/8/2026).

‎Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Kediri dalam memberikan peluang bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan sekaligus mendapatkan pengalaman kerja langsung di negeri Sakura.

‎Dalam sambutannya, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, Dr. Sony Subroto Maheri Laksono, M.Si., mewakili Bupati Kediri Hanidhito Himawan Pramana, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar peluang bekerja, melainkan investasi jangka panjang bagi para peserta.

‎”Para peserta bisa memanfaatkan peluang ini untuk belajar dan bekerja di Jepang. Ilmu dan pengalaman yang didapat bisa diterapkan kembali setelah pulang ke Indonesia,” ujar Sony.

‎Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Tenaga Kerja RI, Disnakertrans Jawa Timur, serta IM Japan. Selain membuka peluang kerja, program ini juga ditujukan untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Kediri sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar berdaya saing global.

‎”Pengalaman magang di Jepang bisa menjadi modal berharga untuk membuka usaha mandiri saat kembali ke tanah air, yang pada akhirnya dapat mendongkrak ekonomi warga Kabupaten Kediri,” tambahnya.

Kepala Disnaker Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, S.Sos.

299 Peserta Ikut Seleksi, Sistem Gugur Berlaku

‎Kepala Disnaker Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, S.Sos., menjelaskan bahwa tahun ini pendaftaran dilakukan secara daring dan internal. Hingga penutupan pendaftaran, tercatat sebanyak 299 peserta mendaftar untuk mengikuti seleksi tersebut.

‎Ibnu menyebutkan, program ini bertujuan memberikan alternatif bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan teknis, maupun sikap kerja (soft skill). Peserta yang lolos nantinya akan dikontrak selama 3 tahun masa pemagangan.

‎”Setelah pulang dari Jepang, mereka membawa pengalaman kerja dan keterampilan yang bisa langsung digunakan untuk terjun ke dunia kerja maupun membangun usaha mandiri,” jelas Ibnu.

‎Proses seleksi menggunakan sistem gugur bertahap. Dimulai dengan tes matematika dasar di Gedung Bagawanta Bhari, dilanjutkan tes fisik di Balai Latihan Kerja (BLK) Bogo, serta tes wawancara. Peserta yang lolos tahap awal akan mengikuti pelatihan dasar, pelatihan nasional, hingga pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up.

Angka Pengangguran Mulai Menurun

‎Ibnu juga memaparkan tren positif tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kediri. Pada tahun 2025, angka pengangguran berada di 4,7 persen, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,1 persen. Sementara data tahun 2026 masih dalam proses pengumpulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

‎”Kami berharap program ini terus melahirkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha. Setelah kembali ke Indonesia, mereka bisa berkarya dan membuka lapangan kerja sendiri,” harap Ibnu.

‎Acara pembukaan seleksi turut dihadiri oleh Perwakilan Kementerian Tenaga Kerja RI M. Ardiansyah, Perwakilan IM Japan Nur Hidayat, Perwakilan Disnakertrans Jawa Timur, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Asosiasi LPK Jawa Timur, serta para peserta rekrutmen magang ke Jepang. *(Adv. Disnaker Kabupaten Kediri)