Lapangan Persinga: Bukan Sekedar Sarana Olahraga, Kini Juga Ikon Wisata Kuliner Warga Ngadiluwih
Suasana Lapangan Persinga Ngadiluwih saat sore hari.
Inside News | Kediri – Dulu hanya dikenal sebagai lapangan terbuka di tengah hamparan sawah yang menjadi tempat warga berolahraga, kini Lapangan Persinga di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri menjelma menjadi tempat berkumpul favorit sekaligus destinasi wisata kuliner yang hangat dan penuh semangat pembangunan.
Berkat penataan yang cermat, jalur mengelilingi lapangan kini dilengkapi jogging track yang nyaman, sementara sisi timurnya disusun rapi layaknya trotoar yang diberikan tempat duduk sepanjang sisi timur lapangan ditambah di seberang jalan yang kini menjadi tempat berjualan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga. Lokasinya yang tepat di tepi jalan dan berhadapan langsung dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Ngadiluwih menjadikan tempat ini bukan sekadar ruang publik, melainkan satu kesatuan strategi untuk mengangkat perekonomian warga sekaligus memajukan koperasi desa.

Kepala Desa Ngadiluwih, Ragil Panca Yugha, menjelaskan bahwa perubahan ini lahir dari keinginan bersama untuk memanfaatkan potensi yang sudah ada.
“Awalnya Lapangan Persinga memang hanya dipakai untuk olahraga pagi atau sore. Kami berpikir, mengapa tidak kita fungsikan lebih luas? Kini selain tetap menjadi tempat berolahraga, saat malam hari sepanjang pinggirannya menjadi wisata kuliner UMKM desa. Bahkan halaman KDMP pun kami buka dan fungsikan layaknya tempat nongkrong yang nyaman di malam hari. Tujuannya sederhana: agar roda ekonomi warga berputar lebih lancar, dan warga punya tempat berkumpul yang positif,” ujar Panca saat ditemui di lokasi, Jum’at malam (24/07/2026).
Suasana di Lapangan Persinga kini terasa sangat hidup, terutama saat akhir pekan atau malam Minggu. Lampu-lampu penerangan yang tertata rapi memantulkan cahaya di hamparan sawah di sekelilingnya, menciptakan suasana tenang namun tetap ramai. Aroma masakan khas Jawa mulai dari tahu lontong, kerupuk pecel, jagung bakar, hingga wedang empon-empon hangat menyebar di udara, mengundang siapa saja yang lewat untuk mampir.

Pengunjung pun tak hanya berasal dari warga Ngadiluwih saja. Banyak yang datang dari desa-desa tetangga bahkan wilayah lain di Kediri, sebagian besar mengetahui keberadaan tempat ini melalui unggahan di media sosial.
Salah satu pengunjung, Bella (28) yang datang bersama keluarganya dari Desa Kunjang, mengaku senang menemukan tempat yang ramah keluarga sekaligus menyenangkan.
“Saya melihat postingan teman di media sosial, langsung tertarik untuk mengajak anak dan suami ke sini. Suasananya asri, dikelilingi sawah, makanannya enak dan murah, serta aman untuk anak-anak bermain. Rasanya seperti punya tempat baru untuk melepas penat sekaligus membantu dagang warga setempat,” ungkapnya sambil menyeruput wedang empon-empon hangat.
Kini, Lapangan Persinga bukan sekadar nama sebuah tempat. Ia menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan dan semangat memajukan diri, ruang sederhana bisa berubah menjadi tempat yang bermanfaat bagi banyak orang: tempat berolahraga, tempat bersantai, tempat melestarikan kebersamaan, dan yang paling penting—tempat di mana harapan ekonomi warga tumbuh semakin kuat.
Mari mampir, berbagi kebahagiaan, dan dukung karya anak bangsa dengan berkunjung ke Lapangan Persinga, Desa Ngadiluwih. Nikmati suasana malam yang asri, santapan lezat khas daerah, dan keramahan warga yang menyambut hangat setiap kedatangan Anda. *(Dayat)






