Tausiyah Jelas Ramadan 1447 H, Momentum Bersihkan dan Sucikan Jiwa
Inside News | Jombang – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang menggelar kegiatan tausiyah dan doa bersama yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang, Jumat (13/02).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang, Bapak Tomi Jomaliawan, A.Ptnh., M.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum spiritual untuk memperbaiki diri, memperkuat integritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Tausiyah disampaikan oleh Ustadz Subkan, S.Pd., M.Pd.I. yang mengangkat tema “Ramadan sebagai Momentum Membersihkan dan Mensucikan Jiwa.” Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan bahwa keutamaan Ramadan bukan hanya terletak pada ibadah puasa, tetapi juga pada proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs).
Beliau mengutip firman Allah dalam Surah Asy-Syams ayat 9–10 bahwa beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya. Selain itu, disampaikan pula hadis tentang dua sahabat yang berbeda waktu wafatnya, di mana yang hidup lebih lama dan berjumpa dengan Ramadan memperoleh derajat yang tinggi karena kesempatan berpuasa dan beribadah.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Subkan menekankan beberapa amalan yang dapat menjadi sarana penyucian jiwa di bulan Ramadan, di antaranya Memperdalam ilmu syar’i dan ma’rifatullah (mengenal Allah), memperbanyak membaca dan mentadaburi Al-Qur’an, memperbanyak istighfar dan memohon ampun, serta memperbanyak dzikir dan salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Suasana kegiatan berlangsung penuh kekhusyukan. Seluruh pegawai mengikuti rangkaian acara dengan tertib, mulai dari pembukaan, tausiyah, hingga doa bersama yang dipanjatkan agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan, kesehatan, dan peningkatan kualitas diri bagi seluruh keluarga besar Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Ramadan menjadi titik awal pembaruan semangat, bukan hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam memberikan pelayanan pertanahan yang semakin prima kepada masyarakat. (Diyo)






